Factors Associated With The Incidence Of Low Birth Weight (Lbw) In The Work Area Of Public Health Center Beruntung Raya Banjarmasin City In 2016-2017

The Incidence Of Low Birth Weight

  • Amalia Rizky Fitria Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Kebidanan

Abstrak

  Hasil Survey Penduduk Antar Sensus (SUPAS) tahun 2015 menunjukkan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia sebesar 22,23 per 1.000 KH. yang mempengaruhi terjadinya BBLR yaitu faktor ibu diantaranya umur, paritas, jarak kelahiran dan komplikasi kehamilan.  Kejadian BBLR di Puskesmas Beruntung Raya masih fluktuatif, pada 2015 naik 4,7%, 2016 turun 5,55%, dan 2017 naik kembali 3,27% serta ada bayi meninggal sebanyak 1 orang (5,0%). Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan umur, paritas, jarak kelahiran dan komplikasi kehamilan dengan kejadian BBLR di Wilayah Kerja Puskesmas Beruntung Raya Kota Banjarmasin Tahun 2016-2017. Metode penelitian menggunakan survei analitik dengan pendekatan case control. Populasi seluruh bayi baru lahir bukan anak pertama dan lahir aterm sebanyak 259 orang. Sampel kasus : sampel kontrol, 1:2 yaitu 15 BBLR : 30 tidak BBLR menggunakan Systematic Random Sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan buku register persalinan, kohort ibu hamil dan rekam medik responden 2016-2017. Analisis data menggunakan Chi Square dengan α 0,05. Hasil penelitian didapat kejadian BBLR 15 orang (33,3%), umur tidak aman 12 orang (26,7%), paritas tidak aman 11 orang (24,4%), jarak kelahiran tidak aman 10 orang (22,2%), mengalami komplikasi 21 orang (46,7%). Hasil uji statistik Chi Square untuk umur ρ value 0,49, paritas ρ value 0,72, jarak kelahiran ρ value 0,01, dan komplikasi kehamilan ρ value 0,00. Nilai ρ < α berarti ada hubungan antara faktor yang diteliti dengan kejadian BBLR. Kesimpulan penelitian tidak ada hubungan antara umur dan paritas ibu dengan kejadian BBLR dan ada hubungan antara jarak kelahiran dan komplikasi kehamilan dengan kejadian BBLR.
Diterbitkan
2025-04-23